Penjabat Bupati Takalar, Setiawan Aswad yang memimpin panen raya tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu program utama dari Presiden Republik Indonesia.
"Panen raya terselenggara atas kerjasama antara Sekolah Lapang Iklim dengan BMKG, BPP Galesong, dan kelompok tani, yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah Kabupaten Takalar," kata Setiawan Aswad.
Dia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berperan aktif dalam suksesnya kegiatan panen raya jagung perdana SLI, khususnya pihak BMKG.
“Kita juga berharap kegiatan SLI tidak hanya berfokus pada tanaman jagung saja, melainkan juga pada tanaman bahan pokok lainnya seperti padi dan hortikultura,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Abd. Haris mengungkapkan harapannya agar masyarakat Takalar dapat bekerja keras untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Dia berharap agar BMKG sering mengadakan pelatihan khususnya di area Galesong, yang memiliki potensi sebagai pusat pelatihan berkat keberagaman hasil survei BPS yang menunjukkan wilayah ini sebagai pusat ubinan terbanyak.
Hasil kegiatan Sekolah Lapang Iklim, sambungnya, menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan kemampuan peserta dalam memahami informasi iklim meningkat sebesar 22 persen berdasarkan hasil print test dengan 65 persen di antaranya mencapai post-test 86 persen.
"Keberhasilan ini menjadi bukti keefektifan program SLI dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan penyuluh pertanian," kata Haris.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam