Berikut kami rangkum cara-cara budidaya ayam kate.
1. Persiapan Kandang
Berdasarkan sumber yang kami himpun, pelaku budidaya kate disarankan untuk membuat kandang dari material kayu. Selain lebih mudah diperoleh, jenis kandang ini cukup murah, fungsi kandang untuk melindungi saat gudang dan dari sinar matahari.
Bentuk kandang juga harus disesuaikan dengan lahan yang ada. Agar ayam bisa bergerak lebih leluasa, kandang sebaiknya dibuat dengan ukuran 80×100 cm.
2. Indukan
Pertama pilih indukan yang sehat. Hal itu bisa dilihat saat kita memberinya makan. Jika ayam langsung menyambar makanan di hadapannya, maka ayam tersebut sehat. Ayam yang sehat juga cenderung aktif dalam bergerak.
Usia kate yang digunakan sebagai indukan dalam budidaya ayam ialah 5-6 bulan untuk indukan betina dan 4-5 bulan untuk indukan pejantan.
Lalu, indukan yang memiliki warna bulu cantik akan menghasilkan keturunan dengan warna yang cantik pula. Beberapa warna yang paling banyak diminati oleh pasar adalah rinting, emas, cerah, dan memiliki pola pada bagian dadanya.
3. Proses Perkawinan
Proses perkawinan pada kate dapat dilakukan saat keduanya berada di masa subur. Apabila peternak memaksakan prosedur ini kepada indukan ayam, hasil telur yang akan diperoleh pun tidak akan bagus. Atau bisa juga dilihat dari ciri fisiknya, yakni bulu yang masih berantakan dan tampak kurang bersih.
Dalam sehari, kate pejantan bisa mengawini betina berkali-kali. Jika dalam suatu kandang jumlah betina lebih banyak, maka proses perkawinan dapat dilakukan setiap 2 jam sekali secara bergilir.
Setelah selesai mengawini betina, ayam pejantan sebaiknya dipisahkan atau dikurung dalam kandang yang berbeda. Proses pengawinan ayam sendiri bisa dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari.
4. Keamanan Ayam
Penting bagi petani untuk memastikan keamanan dari ayam kate kecil atas ancaman predator. Karenanya, pastikan kandang ayam dilengkapi dengan pelindung berupa kawat yang kokok. Pastikan juga untuk menutup kandang dengan benar agar ayam tetap aman dan sehat.
5. Pakan
Kate memiliki kebutuhan nutrisi yang sama dengan ayam biasa, hanya saja porsi yang diperlukannya lebih sedikit mengingat ukurannya yang lebih kecil.
Selain itu, penting juga bagi kate untuk memiliki kemudahan akses terhadap air bersih yang segar serta pelet unggas berkualitas sebagai pelengkap pakannya. Biasanya, kate hanya akan memakan pakannya saat merasa lapar atau saat ada sesuatu yang sangat lezat baginya.
Ternak ayam memerlukan pelet unggas dengan kualitas baik. Petani dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan buah dan sayuran segar seperti halnya semangka stroberi, labu, dan bayam.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam