Melalui kegiatan tersebut, dia berharap ke depan petani bisa mengolah hasil pertanian agar bermanfaat bagi sektor perikanan juga peternakan.
Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan praktik cara membuat silase dari rumput gajah dan pupuk kompos dari kotoran kambing.
"Jadi, silase ini merupakan makanan ternak yang memiliki kadar air tinggi, diolah melalui proses fermentasi dengan bantuan jasad renik," ungkapnya.
Dijelaskannya, metode pengolahan pertanian terpadu akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya petani. Tetapi, tetap memperoleh hasil pertanian, peternakan, maupun perikanan yang maksimal bahkan lebih berkualitas.
"Jadi, melalui pertanian terpadu antara peternakan, pertanian, dan perikanan, maka para petani bisa memanfaatkan dari alam sekitar untuk kesejahteraan mereka," ujar dia.
Menurutnya, para petani bisa membuat pakan ternak dengan menghemat waktu, dan juga memanfaatkan keberadaan kotoran-kotoran (ternak) tersebut menjadi magot atau pakan ternak yang lain.
"Sistem silase ini memfermentasi pakan ternak untuk jadi lebih awet, bisa bertahun-tahun bertahan, dan petani tidak lagi perlu cari pakan tiap hari," pungkasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...