Kepala Bidang Peternakan DKPP kota Bogor Drh. Anizar mengatakan bahwa kasus tersebut ditemukan di daerah Bogor Selatan dan Tanah Sareal.
Jauh sebelumnya, pada Januari, pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai penyakit LSD atau yang dikenal juga sebagai penyakit lato-lato kepada para peternak, terlebih jelang musim kurban.
"Waktu itu di pulau Jawa khususnya Kota Bogor belum terdeteksi. Namun, kemudian pada akhir Mei, penyakit lato-lato baru ditemukan masuk ke Kota Bogor," ungkapnya.
Terdeteksinya kasus tersebut kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dari peternak yang menunjukkan hasil positif untuk LSD.
Menurutnya, penyakit LSD disebabkan oleh virus, dan vaksinasi merupakan satu-satunya cara pencegahannya. "Karena keterbatasan stock, maka vaksin hanya diberikan kepada peternak yang sudah terkena LSD. Dan peternak kemudian diberitahu agar membeli vaksin secara mandiri," jelasnya.
DKPP terus berkoordinasi dengan pemerintah Jawa Barat dan akhirnya mendapatkan vaksin LSD. "Saya akan pergi ke Bandung untuk mengambil vaksin tersebut. DKPP mendapatkan bantuan sebanyak 500 dosis vaksin untuk LSD," tandasnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...