Peneliti Pusat Riset Rekayasa Genetika, Teuku Tajuddin mengatakan, tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) merupakan tanaman berbunga yang termasuk ke dalam famili Araceae.
Kandungan metabolit keladi tikus, kata dia, berfungsi sebagai penghambat proliferasi sel kanker leukimia murine P388 dan kultur sel kanker karsinoma NCI-H23. Bahkan di dalamnya terdapat empat atau lima kandungan yang penting pada tanaman keladi tikus ini.
"Induksi terhadap proses apoptosis sel kanker kolon WiDr oleh ekstrak keladi tikus yang diduga terjadi melalui inhibisi ekspresi enzim siklooksigenase (COX-2). Selain itu Analisis fitokimia menunjukkan tanaman ini memiliki kandungan alkaloid, steroid, flavonoid, glikosida, dan glikolipid" ungkapnya, Sabtu 27 Mei 2023.
Lebih lanjut Teuku mengatakan, purifikasi (pemurnian) sampel tanaman keladi tikus berhasil mengidentifikasi komponen senyawa kimia penting berkhasiat obat yaitu senyawa 1-O-betaglucopyranosyl-2-[(2-hydroxyloctadecanoyl) amido]-4,8-octadecadiene1,3-diol, coniferin, B-sitosterol, B-daucosterol dan phytol.
Dijelaskannya, B-sitosterol memiliki banyak aktivitas yaitu sebagai antioksidan, antimikroba, angiogenik, antioksidan, immunomodulator, anti kanker.
Kemudian Phytol adalah komponen klorofil dengan efek anti kanker dan peningkatan kekebalan.
Penulis : Dony PH
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...