1. Penanaman
Langkah awal yang harus dilakukan sebelum adalan letakkan bibit di dalam lubang tanam. Lalu timbun lubang tanam dengan tanah dan padatkan.
2. Penyiraman
Lakukan penyiraman tanaman kelengkeng secara rutin 2 kali sehari pada sore dan pagi hari. Selanjutnya penyiraman bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tanaman.
3. Pemupukan
Untuk pemupukan, selain diberi pupuk dasar, tanaman kelengkeng juga membutuhkan pupuk susulan agar pertumbuhannya baik, pemupukan susulan diberikan secara bertahap setiap tahunnya.
Tahun pertama: 20 kg pupuk kandang, 3 kg kapur, 5 kg TSP, dan 2 kg Urea. Tahun kedua: 4 kg kapur, 10 kg TSP, dan 4 kg Urea per hektare.
Tahun ketiga: 50 kg pupuk kandang, 4 kg kapur, 8 kg TSP, dan 2 kg Urea. Tahun keempat: 100 kg pupuk kandang, 4 kg kapur, 10 kg TSP, dan 10 kg Urea.
4. Pemeliharaan
Dalam tahap pemeliharaan, lakukan pemangkasan. Jenis pemangkasan yang perlu dilakukan, antara lain pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan peremajaan.
5. Kendalikan Hama
Selanjutnya, lakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) supaya tanaman tumbuh sehat, maka serangan dari OPT perlu dikendalikan dengan cara mekanis, biologi, maupun kimiawi.
6. Masa Panen
Panen kelengkeng biasanya berbeda-beda tergantung pada varietas dan asal bibitnya. Tanaman kelengkeng yang ditanam dari biji biasanya akan berbuah pada umur 2 sampai 3 tahun.
Sedangkan tanaman dari hasil cangkok atau sambung pucuk, sudah bisa berbuah saat berumur 8 sampai 12 bulan.
Penulis : Asep Supriyanto
Esitor. : Khaerul Umam