"Saat disensus nanti, saya minta masyarakat jujur dengan memberikan data yang sesungguhnya," kata Kepala BPS Kabupaten Boyolali, Sutirin.
Sebab, kata dia, sensus tersebut untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif mengenai kegiatan pertanian masyarakat.
Sutirin menjelaskan, dalam pendataan tersebut ada beberapa subsektor yang akan ditanyakan petugas, mulai tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan, dan jasa pertanian.
"Saat ini data-data sangat mudah diakses melalui big data, sehingga sensus ini merupakan salah satu sumber dari big data tersebut," ungkapnya.
Masih kata dia, pihaknya menerjunkan sekitar 900 petugas sensus yang terdiri dari PPL (petugas lapangan), PML (petugas pemeriksa) dan Koseka.
"Jadi, organik BPS yang bertugas mengoordinasikan kegiatan sensus pertanian di masing-masing kecamatan akan diterjunkan dalam pelaksanaan sensus pertanian 2023 ini," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali Wahyu Irawan mengatakan bahwa sensus pertanian sangat penting, karena kaitannya dengan data riil yang ada di wilayah Kabupaten Boyolali.
"Hasil sensus itu nantinya akan menentukan kebijakan-kebijakan ataupun strategi-strategi yang akan diambil oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali di bidang pertanian dan peternakan,” kata Wabup.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...