Dijelaskan Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, program tersebut merupakan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang bermuara terhadap kesejahteraan petani.
"Jadi, melalui program Agrosolution kita berperan menjaga ketahanan pangan, sekaligus mendorong optimalisasi sektor pertanian agar menghasilkan produk berkualitas," kata Qomaruzzaman.
Melalui program Agrosolution, pihaknya mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi oleh petani dengan target menjadikan lahan lebih produktif.
"Kami memiliki berbagai produk unggulan dan telah teruji cocok dengan beragam jenis tanaman dan karakteristik lahan, seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi serta produk hayati Biodex dan Ecofert," ungkapnya.
Sementara Koordinator Program Agrosolution PT PKT Area DIY, Jateng, dan Jatim Hilmi Syarif mengatakan dalam program ini terdapat 498 petani dengan luasan lahan 1.352,17 hektare yang bekerja sama melalui Program Agrosolution.
"Sebelumnya, panen tebu hanya menghasilkan antara 500 kuintal – 600 kuintal per hektare. Tapi, setelah menggunakan NPK Pelangi ini produksi naik menjadi 800 kuintal – 1.000 kuintal per hektare,” ungkapnya.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...