Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengembangan teknologi pertanian di Ngawi dilakukan karena wilayah tersebut masuk dalam jajaran daerah tertinggi produktivitas padi, baik di Jatim maupun nasional.
Berdasarkan data, kata Khofifah, Ngawi ini luas area tanamnya sekitar 50.000 hektare dengan indeks tanam 2,8. "Jadi rata-rata luas tanah per tahun adalah 140.000 hektare. Produksi padinya juga mencapai 520.000 ton per tahun," kata Khofifah.
Menurutnya, perkembangan pertanian Ngawi sudah sangat luar biasa, karena petaninya sudah maju dan banyak menerapkan inovasi, seperti halnya menggunakan pupuk organik.
“Kami kuatkan Ngawi sebagai lumbung pangan nasional. Karena produktivitas padinya tertinggi pada 2022," ungkapnya.
Masih kata Khofifah, pertanian modern dan tingginya produktivitas padi di Ngawi tersebut didukung oleh sinergitas yang baik antara pemerintah, petani, dan inovasi yang diterapkan.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...