Kegiatan itu sekaligus melihat alsintan yang digunakan para petani di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi dalam melakukan produktivitas pertaniannya.
Diketahui para petani menggunakan alsintan antara lain traktor roda 2, traktor roda 4, transplanter alat tanam, perontok padi mobil, "Combine Harvester", "vertical dryer", dan "rice milling unit" (RMU).
Khofifah mempersilahkan para petani untuk terus berkreasi dan berinovasi, termasuk dalam melakukan pembasmian hama yang kerap menganggu proses pertumbuhan tanaman.
"Silakan dibuat skema seperti apa karantina burung hantu atau apa yang kalian anggap efektif. Monggo koordinasi agar sesegera mungkin kita lakukan kesiapsiagaan itu untuk menjaga agar hama tikus dapat diberantas," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyempatkan diri melihat praktik pembuatan biosaka, gudang dryer, dan penggilingan padi, serta dua mesin pembantu poktan.
Teknologi yang digunakan yakni mesin dryer 10 ton dengan bahan bakar sekam dan kayu, serta mesin penggiling padi berkapasitas 1,3 ton/jam dengan menggunakan mesin genset.
Penulis : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam
Komentar
You must login to comment...Be the first comment...