Ketua tim akademisi, I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya mengatakan, pembuatan pakan ternak tersebut dilakukan untuk menekan biaya pakan yang saat ini mengalami peningkatan harga.
"Kami mengajak petani untuk memanfaatkan talas sebagai pakan alternatif," kata I Gusti.
Dijelaskan I Gusti, talas mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi, pelepah daunnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat maupun pembungkus.
Daun sisa umbi, dan kulit umbi dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan secara langsung maupun setelah difermentasi.
Pemanfaatan talas sebagai pakan alternatif, kata dia, telah disosialisasikan dan diuji coba pada Kelompok Ternak Manuk Amertha, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan-Jembaran.
Para peternak ayam juga telah dibekali pengetahuan mengenai tata cara pengolahan talas menjadi pakan alternatif.
I Gusti berharap, pemanfaatan daun talas ini bisa menekan harga pakan yang cukup mahal, selain itu daun talas juga dapat meningkatkan produktivitas telur karena mempunyai nutrisi yang cukup tinggi.
"Mengingat biaya pakan selama ini merupakan biaya produksi terbesar dengan persentase sebesar 60-70 persen dari total biaya produksi," katanya. (UM)