Sekretaris Komisi II Syamsu Rijal mengatakan, raker tersebut dilakukan untuk menggali keterangan yang detail mengenai kendala-kendala di sektor pertanian yang mengakibatkan anjloknya produksi gabah.
"Keterangan dari Distan, menurunnya produksi gabah disebabkan beberapa faktor, salah satunya cuaca ekstrim dan iklim. Hal itu berpengaruh terhadap anjloknya produksi gabah secara drastis," kata Rijal.
Menurut Rijal, pihaknya harus mengetahui apa saja upaya Distan di luar alasan cuaca yang menjadi penyebab menurunnya produksi gabah petani.
Dirinya meminta Distan harus menggali persoalan itu lebih mendalam, apakah ada ketidakcocokan dalam jenis varietas, pemupukan, kondisi air atau kualitas tanah.
Dia juga berpendapat bahwa Distan harus mencari terobosan inovasi lalu dituangkan dalam sebuah program yang berdampak terhadap meningkatnya produk pertanian dan kesejahteraan para petani.
Masih kata dia, berdasarkan keterangan Distan, jumlah produksi gabah dalam setiap satu hektar di Barru bisa mencapai antara 7 sampai 8 ton, sementara berdasarkan penelusurannya produksi gabah di Kabupaten Barru per hektar hanya berkisar 4 ton.
"Jadi melalui raker ini akan disinkronkan, agar ada solusi yang bisa diketahui, apa yang menjadi penyebab turunnya produksi gabah secara drastis," ungkapnya.
Sementara itu Kadis Pertanian Ahmad mengaku produksi padi sangat berpengaruh pada faktor cuaca. Cuaca yang kurang bagus bisa menyebabkan turunnya produksi dan produktivitas padi terutama aspek kuantitas dan kualitas.
Penulis. : Asep Supriyanto
Editor. : Khaerul Umam