Bagi anda yang ingin mencoba berbisnis ikan air tawar, berikut kami rangkum cara budidayanya supaya bisa menghasilkan panen yang maksimal.
1. Siapkan Lahan dan Bibit Ikan Terbaik
Kunci dari budidaya ikan air tawar adalah lahan dan bibit ikan yang dibudidayakan. Maka dari itu, selalu pastikan bahwa lahan dan bibit ikan berada dalam kondisi dan kualitas terbaik.
Dalam budidaya, anda bisa memilih jenis kolam terpal, kolam beton, maupun kolam tanah. Setelah itu, kelola dan rawat kolam agar bisa menjadi lahan budidaya yang baik. Sementara itu, untuk kriteria benih ikan yang baik diantaranya adalah:
Ikan memiliki tingkat agresivitas yang tinggi. Bisa dilihat pada respon ketika diberi pakan, benih ikan yang baik bisa berenang dengan gesit dan lincah saat di arus air kondisi fisik atau kelengkapan fisik ikan baik. Mulai dari kepala, insang, hingga siripnya, juga benih ikan memiliki ukuran dan warna ikan yang serasi
2. Kelola Air Dengan Baik
Kelola air di kolam dengan tepat. Caranya yaitu dengan membersihkan kolam dari sampah, pencemaran, atau daun-daun yang berjatuhan. Lakukan dengan rutin agar pertumbuhan ikan berjalan dengan baik.
Sebab, lahan budidaya akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Dengan pengelolaan air yang tepat, maka kualitas ikan budidaya bisa ditingkatkan.
3. Beri Ekstra Makanan atau Vitamin
Supaya proses budidaya bisa dilakukan dengan cepat dan mampu menghasilkan kualitas ikan yang unggul, maka beri vitamin atau makanan ekstra untuk ikan sehingga ikan tidak lemas dan bisa tumbuh dengan cepat.
Vitamin atau ekstra makanan ini akan membantu Anda selaku pembudidaya untuk meningkatkan kualitas ikan yang dibudidayakan.
Untuk macam vitamin ikan yang paling sering digunakan adalah merk Ovagrow vitamin E, booster vitaliquid for fish, amino pro vitamin ikan, dan max c vitamin untuk ikan.
Sedangkan untuk ekstra makanan adalah pakan ekstra yang Anda bisa tambahkan di luar pakan pelet utama. Contohnya adalah menambahkan spirulina tablet untuk ikan ataupun ekstrak pepaya.
4. Hindari Penyakit
Selanjutnya, dalam budidaya ikan, hal lain yang tidak bisa diabaikan adalah masalah penyakit atau hama, sehingga harus mencegah agar ikan tidak terkena penyakit yang membuat ikan mati atau menurunkan kualitasnya.
Untuk mencegah hal itu, ganti air kolam dengan rutin dan teratur supaya kebersihan kolam selalu terpantau, dan ikan tidak mudah terkena hama atau penyakit.
Untuk frekuensi pergantian kolam ikan ini akan sangat bergantung pada jenis ikan apa yang Anda budidayakan. Contohnya untuk ikan nila, maka pergantian air bagus dilakukan 2 minggu sekali.
Namun, untuk ikan lele, pergantian air kolam dilakukan jika ada tanda dari penurunan nafsu makan dan jika lele sudah cenderung lebih suka di permukaan kolam secara menggantung.
5. Pisahkan Ikan yang Terkena Penyakit
Apabila ada ikan yang terkena penyakit, segara pisahkan dari ikan lainnya yang ada di kolam. Beberapa ciri ikan yang sakit adalah, Ikan cenderung berenang lamban, memisahkan diri dari gerombolan ikan lain dan warna tubuh tidak normal.
Ciri-lainnya adalah, tidak nafsu makan. sebagian sisik yang terkuak, sirip rusak, atau insang yang tidak normal atau rusak mata menonjol dan menemukan borok atau luka di permukaan kulit ikan.
Kemudian beri obat khusus ikan yang banyak dijual di toko-toko ikan. Dengan segera memisahkan ikan yang sakit dan mengobatinya, ikan lain yang sehat tidak akan tertular dan kualitas budidaya bisa tetap baik.
Usaha budidaya ini memang terbilang menjanjikan untuk dijalani. Hanya saja, memang membutuhkan strategi dan cara agar kualitas ikan yang dihasilkan bisa baik. (AS)