Pihaknya meyakini kedua komoditas tersebut akan mampu meningkatkan nilai ekspor di sektor perikanan Indonesia.
Kata Nyoman, KKP kini tengah gencar menggenjot potensi dua komoditas tersebut. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan yang bertajuk "Manajemen Pakan pada Pembesaran Nila" dan "Penanganan Hama Penyakit pada Budidaya Rumput Laut" yang ditujukan kepada 1.105 peserta dari seluruh Indonesia yang bergabung secara daring belum lama ini.
"Ini salah satu upaya kita menyiapkan SDM untuk menunjang budidaya yang mampu menciptakan komoditas unggulan berorientasi ekspor,” ujar Radiarta dikutip dari laman KKP, Kamis 20 April 2023.
Sementara, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM, Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan, fokus utama pelatihan ini yakni soal pengelolaan pakan ikan nila dan penanganan hama penyakit pada rumput laut.
“Secara teknis, biaya pakan dalam kegiatan budidaya adalah 60-80% dari biaya produksi. Oleh karena itu, penggunaannya perlu diatur secara baik untuk mencapai profit yang maksimal," jelasnya.
Sedangkan pada rumput laut, imbuhnya, salah satu yang perlu diantisipasi adalah penyakit yang dapat menyebabkan turunnya produksi.
Selain itu, Lilly juga mengatakan, rumput laut merupakan komoditas perikanan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di perairan Indonesia. "Praktik budidaya rumput laut memiliki tantangan serius," jelas dia. (UM)